body-painting-oyes

Bencong Lima Puluh Ribu

Waktu itu malam hari di kota Padang Sumatera Barat, tepatnya di rumah keluarga besar bokap gw, yah bokap dan nyokap gw keduanya orang Sumatera Barat, rumah bokap itu di daerah pantai padang, jaraknya cuma sekitar 2 km dari pantai, makanya waktu ada isu Tsunami kita pada was-was, dan di depan rumah bokap itu ada kali buatan yang airnya langsung dateng dari pantai, jadi di depan rumah setelah halaman, ada jalanan beraspal dan beberapa meter di depan ada seperti bendungan yang isinya kali dari air pantai itu.


Warung, ya di depan rumah keluarga besar bokap gw ada sebuah warung, yang kalo malem itu warung tutup, nah gw dan sepupu-sepupu gw sedang nongkrong di warung itu, ngobrol-ngobrol, ngerokok (gw sih enggak), dan bercanda, kejadian ini kalo gak salah waktu gw masih duduk di meja SMK, waktu gw lagi asyik ngobrol bareng para sepupu gw, tiba-tiba kedengeran ada suara orang lari ketakutan, lari cepet-cepet, dan BYUUURRRR orang yang gw kira lagi latihan marathon itu tiba-tiba nyebur ke kali dengan tidak sengaja dan kurang konsentrasi tapi loncatannya hampir sempurna, maka seketika itu pula gw dan para sepupu terkejut, sambil memandang satu sama lain dengan wajah yang keheranan.
"Apo tu?" (apaan tuh)
"Ndak tantu do" (gak tau tuh)
"Oi man, cubo caliak apo nan gaduah tu!" (Oi man coba lihat suara apaan tuh)

Firman itu sepupu gw, dia langsung pergi ke pinggir kali, dan menengok ke bawah, lalu beberapa detik kemudian si Firman ketawa terbahak-bahak, nah lho si Firman kesambet deh

"Hahahaha, oi kasiko lah, cubo caliak ko, ndeh" (Hahahaha, oi kesini, coba liat nih, ya ampun)

maka gw dan para sepupu cepet-cepet pergi ke pinggir kolam, dan menengok ke bawah kali, dan oh ya ampun ya Tuhan ya Gusti, ternyata itu bencong yang kepeleset nyebur ke kali. Dia lari karena dikejar-kejar petugas keamanan.

Sumpah, gw gak tahan nahan ketawa bareng para sepupu, dan volume tawa kita semakin keras dan menjadi-jadi karena tau itu bencong gak bisa berenang, keliatan dari cara dia berusaha naik ke permukaan air dengan susah payah dan pantang menyerah

"Hahahaha oi manga ang disinan?" (Hahahaha oi ngapain loe disitu?)
"Toloong da, toloongg *aubllblblblbl (Tolong da, toloongg) (*efek suara kelelep)

ketika si Firman mau nolong, tiba-tiba sepupu gw yg satu lagi Ghani, mencegah dan punya rencana lain, percakapan disini gw translate langsung aja ya ke bahasa Indo, si Ghani bilang

"Tar dulu man, minta tolong itu gak gratis, sini biar sama gw"
"oi uda, kalo mau keluar dari kali ada syaratnya" (uda selain panggilan untuk pria yang paling tua, dipake juga untuk manggil orang pria yg belum dikenal, biar sopan)
"apa tuh syaratnya? jangan susah-susah" (sambil tetep berusaha biar gak tenggelem)
"kalo mau keluar harus bayar dulu 50ribu"
"ya ampun uda, eike baru dapet satu klien nih" (masih berusaha gak tenggelem)
"ya sudah kalo gak mau di tolong mah"
"iya deh, iya deh" (dengan susah payah berusaha biar gak tenggelem)

Langsung aja si Ghani nyodorin tangannya, dan si bencong itu pun mulai ditarik ke atas, tapi waktu masih di tengah, belum sampai ke jalan si bencong malah nawar

"20 ribu aja ya uda" (Hos-hosan karena capek)

Ghani pun dengan tegas melepaskan pegangan si bencong itu, dan si bencong itu pun BYUUUURRR jatoh lagi ke kali

"iya uda, iya iya, 50 ribu deh" (sekuat tenaga berusaha biar gak tenggelem)
"beneran nih?"
"Iya da" (udah pasrah ini mah)

Setelah tawar menawar tersebut akhirnya si bencong pun berhasil diangkat ke permukaan tanah beraspal, dan ngeluarin duit 50 ribu dari tasnya, walau basah tapi gak apa-apa lah.

"makasih banyak yah uda, makasiiiiiihhhh banyak" (sambil basah kuyup, meninggalkan kami dengan berlari seperti orang jogging, memegang sepasang high heels di tangan kanan, dan tas tenteng di tangan kiri)

"iya - iya sama-sama, sering-sering nyebur lagi aja :D"

Dan akhirnya dengan uang 50 ribu itu kami berempat makan nasi goreng bersama-sama, pastinya ketika ada tukang nasi goreng lewat, asalnya mau nyari Rumah Makan Padang, tapi di Padang gak ada yang tempat makan yang bertuliskan Rumah Makan Padang. Si Ghani pun mulai berkhotbah seolah-olah dia adalah khotib shalat Jum'at "Makanya, kalo rejeki mah gak akan kemana, *nyaaammm"

Wahai bencong, semoga engkau dapet banyak pelanggan dan nyebur lagi di kali depan rumah itu, agar kami bisa mencicipi berbagai dagangan malam yang ada disitu :D
hehehehe

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...